Selasa, 03 April 2012

Back To The Future (1985)

BACK TO THE FUTURE Part I (1985)


Back to the future part 1 adalah film fiksi ilmiah yang berunsur komedi pada tahun 1985. Film ini disutradarai oleh Robert Zemeckis, dan berdasarkan dari cerita fiktif yang ditulis oleh Zemeckis dan Bob Gale, diproduksi oleh Steven Spielberg, dan menampilkan Michael J.Fox, dan Christopher Lloyd sebagai pemeran utama film ini.
Film ini menceritakan tentang seorang remaja yang bernama Marty McFly (yang diperankan oleh J.Fox) yang secara tidak sengaja terjebak dalam perjalanan waktu antara 1985-1955. Di tahun 1955, ia bertemu calon ayah, dan ibunya di sekolah, dan secara tidak sengaja, ia hampir mengalami kecelakaan, yang membuat ibunya menaruh minat kepadanya. Marty harus segera memperbaiki kerusakan sejarah, dengan berusaha agar orang tuanya, bisa jatuh cinta, dan ia dibantu oleh seorang ilmuwan, Dr. Emmet Brown, dan ia juga harus menemukan cara agar dapat kembali ke tahun 1985.
Ketika dirilis, Back To The Future menjadi film yang tersukses pada tahunnya, dengan pendapatan hampir sebesar $ 380 juta, dan menerima berbagai kritikan positif. Film ini juga memenangkan penghargaan dari Hugo Awards untuk Best Dramatic Persentation, dan dari Saturn Award untuk Film Ilmiah terbaik, sama seperti meraih Academi Awards, dan Golden Globe.
Di tahun 2008, Institut Film Amerika special AFI top 10, mengumumkan bahwa film ini sebagai satu dari 10 film paling baik untuk kategori film ilmiah fiksi yang terbaik. 

Film ini memberi pesan kepada kita, bahwa apapun yang kita lakukan dimasa lalu, akan membuah hasilnya di masa depan. Karena dalam di film ini, bagaimana Marty berusaha membuat kedua orang tuanya jatuh cinta, dan memberikan dampak efek yang cukup signifikan di masa depan. Adapun kejadian atau adegan yang ada di film ini tentunya bersifat fiktif belaka, disarankan untuk anak-anak agar didampingi oleh orang tua dalam menonton film ini.

Nama     : Risyad R.H
NPM     : 13109637
Kelas     : 3 KA 14

Selasa, 13 Maret 2012

Perjalanan ke Kawah Putih


Kawah Putih adalah salah satu kawah yang terletak di puncak gunung patuha di daerah ciwidey, bandung selatan adalah tempat wisata yang cukup populer dikunjungi oleh wisatawan baik dari lokal maupun dari mancanegara. 

Pada hari kamis tanggal 8 Maret 2012, saya bersama teman-teman sepakat untuk jalan-jalan ke Kawah putih dan sekitarnya. Perjalanan kami dimulai dari kampus pada jam stengah 9. Ketika berangkat kebetulan cuaca cukup cerah hingga kami sampai keluar dari jalan tol cipularang, Perlu waktu hampir 3 jam untuk sampai di daerah ciwidey. 

Ketika sampai di ciwidey, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di sebuah warung makan yang terletak di depan gerbang masuk kawah putih, ada banyak menu yang tersedia disana, misalnya mie ayam, bakso, hingga nasi goreng, dan minuman tradisional khas sunda yakni bandrex. Namun tiba-tiba cuaca mendadak berubah jadi mendung, lalu hujan. Awalnya kami ragu apakah ingin meneruskan ke kawah putih atau pulang, tapi akhirnya kami semua sepakat untuk naik hingga ke kawah putih, namun cuaca tetap tidak bersahabat, bahkan sampai kabut tebalpun menghalangi perjalanan kami menuju ke puncak kawah.

Akhirnya kami sampai juga ke kawah putih, padahal kalau dipikir lumayan juga perjalanan kami dari pintu gerbang hingga kawah ada sekitar 5 km!, dengan jalan yang berliku dan tebing yang terjal, namun inilah yang justru menjadi tantangan serta pengalaman kami yang tak terlupakkan.

Setelah puas melihat keindahan kawah putih dan sekitarnya, barulah kami memutuskan untuk bersiap2 turun dan pulang ke jakarta. Setelah turun dari kawah, kami sempat mampir lagi untuk makan di warung kopi yang terletak tak jauh dari tempat wisata kawah putih. Kami disitu mampir untuk makan indomie telur + teh manis panas. Setelah itu barulah kami pulang menuju jakarta, dan jam setengah 11 barulah kami tiba di jakarta dengan selamat.

Begitulah cerita singkat dari perjalanan kami ke kawah putih.


Minggu, 15 Januari 2012

Apa Yang Dimaksud Daftar Pustaka

Daftar pustaka ( bibliografi ) adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karanagn yang disertainya.

Cara Membuat Daftar Pustaka :

1. Jika satu pengarang, maka nama pengarang disusun dari belakang ke depan mengikuti urutan dalam buku kecuali nama Tionghoa.
2. Penulis dua pengarang atau lebih, nama penulis pertama dibalik, penulis kedua dan seterusnya tidk diblik.
3. Daftar pustaka ditulis menurut alphabtis, tanpa diberi nomer urut.
4. Semua referensi yang ada dalam kutipan dan catatan kaki dimasukkan dalam daftar pustaka.

Contoh Daftar Pustaka :

BNSP, (2007). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik.menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri.

Jenis-jenis Kutipan :

Pada umumnya kutipan dapat dibedakan mmenjadi 2 macam, yaitu:
1. Kutipam langsung (Direct Quotation)
Adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya
Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a. untuk mengutip rumus atau model matematika
b. untuk mengutip peraturan-peraturanhukum, surat keputudsan, surat perintah.
c. untuk mengutip peribahasa, puisi, karyadrama, dan kata-kata mutiara.
d. untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.
e. untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah yang jika dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.
Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
a.kutipan langsung pendek (short direct quotation)
Adalah kutipan langsung yang panjangnya tidak nmelebihi tiga baris ketikan. Kutipan yang demikian dimasukkan dalam teks dengan memberikan tanda petik dyantara bahan yang dikutip. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat diberi titik tiga buah.
b. kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)
adalah kutipan langsung yang panjangnya lebih dari tiga baris ketikkan. Kutipan tersebuut diberi tempat sendiri, dalam alinea baru yang berdiri sendiri, diketik dengan satu spasi, dan lebar jorokkan kedalam dan kalimat pertama adalah tujuh ketukan huruf dari garis tepi yang baru, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai sesudah dua ketukan huruf dari garis tepi kiri, serta tidak ditulis antara tanda petik.
2. kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)
adalah kutipan yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikirasn dan bahasa pengutip sendiri. Kutipan ini tidak dituliskkan diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.
Kutipan tidak langsung dibedekkan mennjadi dua, yaiti:
a. kutipsm tidsk lsngsung pendek(short indirect quotation)
adalah kutipan tidak langsung yang terdiri darisatu alinea atau kurang.
b. kutipan tidak langsung panjang(long indirect quotation)
adalah kutipan tidak langsung yang terdiri lebih dari satu alinea.

Cara Membuat Kutipan :

Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.
2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi
3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.

Contoh Kutipan :

Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.

Senin, 28 November 2011

Tugas Bahasa Indonesia 3

Ada beberapa yang merupakan pola pengembangan paragraf, yaitu :
  1. Paragraf definisi adalah paragraf yang menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah, ialah, yaitu) agar mudah dimengerti.
Contoh pengembangan paragraf definisi :
Apakah itu Sistem Bilangan ( Number System) ? Bagi sebagian pelajar sudah mengenal apa itu system bilangan, Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item phisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah system bilangan Desimal, yaitu system bilangan yang menggunakan 10 macam symbol untuk mewakili suatu besaran, Sistem ini banak digunakan oleh manusia karena manusia mempunyai 10 buah jari untuk dapat membantu perhitungan dengan system decimal.
  1. Pola paragraph contoh, Paragraf contoh ebuah paragraf ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan menggunakan sebuah contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.
Contoh pengembangan paragraf contoh :
Banyak dari sebagian orang, barangkali mayoritas, mungkin memandang curiga pada kehidupan ini, itu adalah karena mereka menolak untuk percaya bahwa keberhasilan datang dari pikiran yang dikelola dengan baik. Akan tetapi jangan terima penilaian dari orang biasa, Jika seseorang ragu mengenai kekuatan dasar prinsip, bertanyalah kepada orang paling berhasil yang anda kenal apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri/
  1. Paragraf kausal adalah paragraf yang menunjukkan hubungan sebab­akibat dalam suatu kejadian.
Contoh pengembangan paragraf kausal :
Banyak anak generasi sekarang/ remaja yang selalu melupakan waktu yang bermaanfaat untuk diri mereka sendiri, karena mereka selalu membuang-buang waktu yang tidak penting untuk diri mereka kedepannya selalu bermalas-malasan yang sering dilakukan, tapi tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada masa depan mereka, Hanya dari sebagian orang yang berhasil karena menanam benih dengan sunggu-sungguh untuk belajar demi masa depan yang indah baginya.
  1. Paragraf perbandingan paragraf yang membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan atau persamaan.
Contoh pengembangan paragraf perbandingan :
Pada pertandingan sepak bola piala AFF pada penyisihan group di stadion Glora Bung Karno (GBK) Indonesia telah mengalahkan malaysia dengan score 5-1 dengan permainan yang sangat sportif dan sangat baik, sehingga Indonesia lanjuta pada babak-babak berikutnya, dan akhirnya bertemu lembali dengan Malaysia pada putaran Final pertama AFF yang di pertandingkan di stadion Bukit jalil Malaysia, pada pertandingan tersebut Indonesia Kalah dengan Malaysia dengan score 3-0 pada permainan tersebut para supporter Malaysia berbuat curang dan tidak sportif, mereka melakukan curang dengan bermain Laser mengarahkan ke pemainan Indonesia.
  1. Paragraf spasial adalah paragraf yang penulisannya berhubungan dengan tempat tertentu dan menggambarkannya.
Contoh pengembangan paragraf spasial :
Pada pertandingan Final Piala Suzuki AFF 2010 di selenggarankan di dua tempat dengan para tim yang berhasil lolos ke putaran final, yaitu antar Indonesia dan Malaysia, dan pada putaran final leg pertama akan di selenggarakan di Malaysia di stadion Bukit jalil, Kuala Lumpur pada tanggal 26-12-2010, dan pada putaran final leg ke 2 akan di selenggarakan di Tuan Rumah Piala AFF di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta , pada tanggal 29-12-2010, semoga Indonesia menang pada piala AFF.

Contoh Paragraf Deduktif :

Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Paragraf induktif:
Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.
Contoh :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

Paragraf Deduktif-Induktif
Kalimat Utamanya terdapat pada awal paragraph, dan ai akhir juga ada loh….
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.

Dari Berbagai Sumber




Sabtu, 01 Oktober 2011

Apakah Bahasa dapat Mempengaruhi Kehidupan Manusia

Apa itu yang dimaksud dengan bahasa ?

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Apakah Bahasa dapat Mempengaruhi Perilaku Manusia ?

Menurut Sabriani (1963), mempertanyakan bahwa apakah bahasa mempengaruhi perilaku manusia atau tidak? Sebenarnya ada variabel lain yang berada diantara variabel bahasa dan perilaku. Variabel tersebut adalah variabel realita. Jika hal ini benar, maka terbukalah peluang bahwa belum tentu bahasa yang mempengaruhi perilaku manusia, bisa jadi realita atau keduanya.
Kehadiran realita dan hubungannya dengan variabel lain, yakni bahasa dan perilaku, perlu dibuktikan kebenarannya. Selain itu, perlu juga dicermati bahwa istilah perilaku menyiratkan penutur. Istilah perilaku merujuk ke perilaku penutur bahasa, yang dalam artian komunikasi mencakup pendengar, pembaca, pembicara, dan penulis.

3. 1. Bahasa dan Realita
Fodor (1974) mengatakan bahwa bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud. Dalam bahasa Indonesia kata cecak memiliki hubungan kausal dengan referennya atau binatangnya. Artinya, binatang itu disebut cecak karena suaranya kedengaran seperti cak-cak-cak. Oleh karena itu kata cecak disebut tanda bukan simbol. Lebih lanjut Fodor mengatakan bahwa problema bahasa adalah problema makna. Sebenarnya, tidak semua ahli bahasa membedakan antara simbol dan tanda. Richards (1985) menyebut kata table sebagai tanda meskipun tidak ada hubungan kausal antara objek (benda) yang dilambangkan kata itu dengan kata table.
Dari uraian di atas dapat ditangkap bahwa salah satu cara mengungkapkan makna adalah dengan bahasa, dan masih banyak cara yang lain yang dapat dipergunakan. Namun sejauh ini, apa makna dari makna, atau apa yang dimaksud dengan makna belum jelas. Bolinger (1981) menyatakan bahwa bahasa memiliki sistem fonem, yang terbentuk dari distinctive features bunyi, sistem morfem dan sintaksis. Untuk mengungkapkan makna bahasa harus berhubungan dengan dunia luar. Yang dimaksud dengan dunia luar adalah dunia di luar bahasa termasuk dunia dalam diri penutur bahasa. Dunia dalam pengertian seperti inilah disebut realita.
Penjelasan Bolinger (1981) tersebut menunjukkan bahwa makna adalah hubungan antara realita dan bahasa. Sementara realita mencakup segala sesuatu yang berada di luar bahasa. Realita itu mungkin terwujud dalam bentuk abstraksi bahasa, karena tidak ada bahasa tanpa makna. Sementara makna adalah hasil hubungan bahasa dan realita.

4. Fungsi Bahasa
        Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.

4.1 Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri
      Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.

4.2 Bahasa sebagai Alat Komunikasi
          Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.
          Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).

4.3 Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
        Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat  hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Gorys Keraf, 1997 : 5).

4.4 Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Kriteria penggunaan bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini bertalian dengan topik yang dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau pembaca (jika tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita. Penggunaan bahasa yang benar tergambar dalam penggunaan kalimat-kalimat yang gramatikal, yaitu kalimat-kalimat yang memenuhi kaidah tata bunyi (fonologi), tata bahasa, kosa kata, istilah, dan ejaan. Penggunaan bahasa yang baik terlihat dari penggunaan kalimat-kalimat yang efektif, yaitu kalimat-kalimat yang dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat (Dendy Sugondo, 1999 : 21)..

Berbahasa dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa, melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Bahasa yang komunikatif tidak selalu hanus merupakan bahasa standar. Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar (Alwi dkk., 1998: 21)

Oleh : Risyad Radithia
NPM : 13109637

Kelas : 3 KA 14

   
Sumber : In Here





3.2. Bahasa dan3.2

Pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara

Manusia adalah makhluk sosial yang dimana setiap kegiatannya pasti membutuhkan peranan individu lain untuk dapat hidup bermasyarakat yang damai dan sejahtera. Untuk mencapai suatu kehidupan bermasyarakat ini maka Manusia memerlukan Bahasa untuk dapat berkomunikasi, karena yang paling penting dalam kehidupan adalah berkomunikasi untuk mencapai suatu tujuan dan supaya tidak terjadi salah paham diantara manusia yang melakukan komunikasi tersebut. Menurut Keraf (1997: 3) bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

• Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri
Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap (kedua orang tua). Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya.
• Bahasa sebagai Alat Komunikasi
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.
• Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya.
• Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat.

Setelah memahami fungsi bahasa tersebut, dapat kita ketahui bahwa sangat penting menggunakan bahasa Indonesia dalam tatanan kehidupan masyarakat Negara Indonesia. Karena Bangsa Indonesia memiliki kekayaan bahasa dimana setiap daerah mempunyai ciri khas bahasanya tersendiri, oleh karena itu  Bahasa Indonesia sangat penting  digunakan untuk mempersatu bangsa yang kaya ini.